Pagi Yang Menggugah


Terkantuk-kantuk, antara tidur dan terjaga dalam mobil yang melaju di jalan tol dalam kota Jakarta. Alam bawah sadarku dengan halus mengugahku. Waktu menunjukkan 06:18 .

Dalam renung pagi ini aku mulai menyadari bahwa aku ada kemunduran dalam agresifitas memimpin gang geoscience. Aku mulai melihat orang lain bergerak maju sementara aku melambat. Aku harus segera memacu lagi agresifitasku. Di dunia kerja memang tak boleh lengah. Harus “keep on passion”. Dan itu adalah passion di bidang profesi yang menjadi sumber penghasilan.

Geoscience adalah bidang yang aku tekuni untuk menghidupi keluargaku. Tetapi minat dan hobiku adalah sastra. Panjang ceritanya mengapa aku bisa sampai di sini. Membaca sastra adalah saat-saat yang selalu aku rindukan. Aku serasa tak ingin ketinggalan dalam membaca sastra. Dulu ketika muda aku tak punya cukup uang untuk membeli buku sastra. Kini, puji Tuhan, aku selalu punya uang untuk membeli buku. Aku merasa hobiku membeli dan baca buku terasa murah. Sehingga aku beli buku lebih banyak dari kemampuanku membaca cepat.

Sebenarnya profesi petroleum geoscience menuntut aku untuk banyak membaca. Membaca jurnal profesi dan textbook terbaru di bidang geosains eksplorasi. Irama membacaku pasang surut. Kadang membaca terus tentang geosains, kadang tentang sastra. Jika sudah terlalu banyak baca sastra aku merasa tertinggal dari teman kerjaku dan aku harus segera beralih.

Sekarang aku sudah keluar tol jagorawi menuju Sukabumi. Pagi tadi subuh aku antar perempuan yang aku sangat kasihi ke bandara Soekarno-Hatta mau terbang ke Jogyakarta. Dia mau berkumpul dengan teman-temannya mahasiswa FISIP UI.

Dia mau reuni di Jogya. Sejak 3 minggu yang lalu dia sudah minta ijin padaku dan aku sangat tak keberatan. Iapun segera pesan dan bayar tiket Air Asia Jakarta-Jogya-Jakarta.

Aku sangat senang dan mendukung dia berkumpul dengan teman-teman lamanya. Teman-teman nya di FISIP UI dulu. Aku ingin dia senang dan bisa menikmati hidupnya. Menikmati indahnya punya teman-teman lama dengan kenangan semasa mahasiswa. Dari hari ke hari aku melihatnya menjadi semakin cantik dan aku selalu rindu padanya. Aku memang merasa sangat mencintainya dan semakin ingin membuatnya bahagia.

Aku menengok ke kiri dan ke kanan. Melihat pemandangan dari jendela mobilku yang terus melaju menuju Sukabumi. Cuaca agak mendung dan dingin. Lalulintas di Ciawi masih lancar. Kutengok arlojiku, dia menunjukkan 6 lewat 45 menit. Pagi yang agak mendung. Pikiranku kembali melayang mau menemukan cara menjadi lebih agresif dalam persaingan profesi.

– Posted using BlogPress from my iPad

About Arif Wibowo

Passion on Photography Live in Jakarta, Indonesia. Working in oil and gas company. Like traveling, bicycle, and photography. Born in Sukabumi, West Java. Graduate from Physics ITB 1985.
This entry was posted in Myself and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s