PA artinya Performance Appraisal


Legalah kami setelah melalui masa yang secara psikologis melelahkan.Yaitu menyelesaikan performance appraisal. Di bulan Januari hingga Maret adalah masa yang melelahkan karena harus menyelesaikan performance appraisal para anggota staf kita di kantor. Tinggal saat ini kami semua, atasan dan bawahan, menunggu kenaikan gaji tahunan karena -merit increase- .

Sudah sering dibicarakan dalam banyak seminar tentang sumber daya manusia bahwa performance appraisal adalah masa yang sangat tidak enak baik bagi bawahan maupun atasan yang melakukan appraisal atau penilaian. Terutama adalah para supervisor yang punya anak buah yang lebih tua, lebih panjang tahun pengalaman kerjanya dan juga yang lebih lama masa kerjanya diperusahaan itu dan sudah menjelang pensiun. Mereka yang menjelang pensiun biasanya sangat resek dengan PA, beda angka saja dipermasalahkan. Mereka berusaha dengan berbagai cara, bahkan kadang menekan, untuk dapat nilai PA yang bagus. Karena berharap dapat merit increase tinggi, gaji jadi lebih tinggi dan uang pesangon akan sangat tinggi.

Aku pernah melakukan appraisal sekian banyak staf yang dua level di bawahku artinya jumalh sangat banyak, kira-kira 13 orang mungkin lebih dengan level grade yang berbeda-beda. Itu karena posisi manager mereka , yang merukan direct report kepadaku, kosong tak ada yang menjabat. Lelah sekali dan rentan untuk melakukan kesalahan. Padahal, yang sering digembar-gemborkan oleh seorang manager direct reportku, bahwa PA ini menentukan nasib dan masa depan seseorang. Padahal nasib seseorang adalah dia sendiri yang menentukan bukan atasan atau managernya. Manager atau atasan kita bisa salah, tapi Tuhan tak pernah salah memberikan rezeki pada kita.

Yang lebih repot, yang pernah kualami, adalah jika anak buah kita adalah sudah lebih tua usia, lebih lama masa kerja dan lebih lama di perusahaan ini, lalu dia adalah mantan ketua serikat pekerja. Sebagai seorang mantan seorang ketua serikat pekerja tentu dia sudah terbiasa atau berbakat “menentang” perusahaan dan tahu banyak celah-celah seluk beluk aturan perusahaan. Sementara kita yang manager teknis, sehari hari sudah dipusingkan dan habis waktu untuk urusan operasional, problem teknis dan memecahkan hal-hal yang bersifat ilmiah. Tetapi memang itulah tugas seorang manager : get the things done through other people. You can manage the people, you can deliver the product.

Pengalaman selama enam tahun lebih melakukan performance appraisal, cukup banyak variasi dan tantangannya, tetapi selalu saja ada yang baru dan merasa tak sempurna melakukannya. Kita harus semakin jeli melihat perilaku kelebihan dan kekurangan anak buah. Kita harus makin luas wawasan nya agar bisa menilai kualitas pekerjaan yang berkualitas. How good is the good things.
Sehingga dikenal istilah “only diamond cuts diamond”.

Penting sekali menyimpan laporan mingguan dari semua direct report kita secara rapi. Komunikasi email dengan direct report yang kita appraisal. Setiap ada peristiwa dalam interaksi sehari- hari yang bisa menjadi materi diskusi atau berkaitan dengan performance appraisal kita catat.

Performance appraisal atau PA sesuai teorinya adalah bukan sekedar forum pengadilan tetapi adalah diskusi untuk membuat bagaimana kedua pihak, karyawan dan perusahaan, bisa menjadi lebih baik. Ini adalah sarana untuk “coaching and mentoring”. We manage what we measure, kata temanku orang HR. Performance adalah batu dasar yang membangun kultur perusahaan. Jika performance appraisal dilakukan dengan tidak benar, kultur perusahaan yang terbangunpun tidak benar. Akhirnya perusahaan akan runtuh.

About Arif Wibowo

Passion on Photography Live in Jakarta, Indonesia. Working in oil and gas company. Like traveling, bicycle, and photography. Born in Sukabumi, West Java. Graduate from Physics ITB 1985.
This entry was posted in Petroleum. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s