Sejarah Tanah Kutai ( 4 )


Dewan Ponco Prabu adalah Dewan Lima Raja yang mempunyai hak atas mengatur kebijakan dalam roda pemerintahan dibawah naungan Raja Wilwatita yang merupakan Kerajaan Kecil dalam persekutuan Negara Majapahit dewan ini diketuai oleh Aji Maharaja Sakti dan beranggotakan antara lain : 1. Aji Maharaja Sakti, 2. Aji Maharaja Suradiwangsa, 3. Aji Maharaja Indrawangsa dan 4. Aji Maharaja Darmawangsa adapun Dewan perwalian Aji Sapta yng bertugas dalam menyelenggarakan siding-sidang di kepalai oleh Aji Maharaja Sakti dan beranggotakan 1. Puncan Karna, 2. Aji Maharaja Suradiwangsa, 3. Aji Maharaja Indrawangsa dan 4. Aji Maharaja Darmawangsa, 5. Aji Raja Putrid dan 6. Aji Dewa Putri. Sejak itulah kekuasaan Kerajaan Kutai Martapura tidak mendapat pengakuan sebagai wilayah Kerajaan Majapahit dikarenakan Maharaja Indra Mulia dari Muara Kaman, tidak mau tunduk dan takluk dibawah Kekuasaan Kerajaan Majapahit dan atas dasar tersebut Kerajaan Kutai Martapura ini pula memiliki hak penuh dalam negaranya dikarenakan keinginannya yang keras dalam mempertahankan kedaulatan dan tidak ingin dijajah oleh pihak Majapahit.
Pada Masa kedatangan Mubalik dari penyiar Agama Islam awalnya datang ke Sulawesi kekerajaan Goa dan Bone dan terus Nusa Tenggara dan ke Kalimantan melalui jalur Perdagangan. Kesultanan Banjar di Kalimantan Selatan yang bersekutu dengan Kesultanan Demak menyerbu darah Kutai dan secara de-Fakto Kutai menjadi wilayah taklukan Sultan Banjar hal ini terjadi dijaman pemerintahan Aji Mahkota dan agama Islam terus berkembang dan dalam pemerintahan Kutai harus membayar upeti kepada Sultan Banjar dan telah Melepaskan hubungan biletral dengan Kerajaan Majapahit yang sudah melemah oleh Kekuasaan Kesultanan Demak dan dijaman Pemerintahan Aji Mahkota sampai Aji Dilagar Mubalik bernama Datuk Ribadang gelar Dato Tunggang Parangan atau Syeikh Abdul Kadir Khotib Tunggal telah menetap dikutai guna menjadi Mufti merangkap Qadi pada tahun 1410 M.
Dampak perkembangan agama Islam membuat persaingan ketat antara Kerajaan Kutai Martapura di Muara Kaman dan Kutai Kartanegara di Jahitan Layar, atas bantuan dari Sultan Banjar dan Penyiar Islam mereka melakukan Kudeta atas Kerajaan Kutai Martapura di Muara Kaman, Kerajaan ini diserang dengan pasukan tentara laut yang dipimpin oleh 3 orang pembesar Kutai Kartanegara antaranya Aji Kijipati Jaya Perana dan Aji Kijipati Senja dan Aji Kijipati Mangkuyuda dan dibantu oleh Hulubalang Labda dan Tuan Kucang mereka menyerbu benteng Kota Martapura yang merupakan pusat peradapan Agama Hindu pertempuran ini berlangsung dari tahun 1603 M, dan berakhir pada tahun 1605 M, Karena Kematian dari Tiga Raja Sekali Nobat yankni Maharaja Dermasetya, Maharaja Setiayuda dan Maharaja Setiaguna, dan penaklukan ini membuat kelumpuhan total system pemerintahan Kerajaan Kutai Martapura yang dikemudian hari diketahui bahwa para bangsawan yang selamat banyak melarikan diri ke pedalaman seperti Perian, Lebak Mantan dan Lebak Cilong serta ke Sendawar dan ke Gunung Kombeng di Wahau, karena disitulah banyak diketemukan jejak-jejak peradapan hindu dan budha dijaman Kerajaan Kutai Martapura yg berpusat di Muara Kaman dan dimuara Kaman ditempatkan seorang Syeikh Muhammad Suleman yang kawin dengan Putri Niradiah Keturunan Raja Mulawarman di Sabintulung dan Menurunkan Sarifah Kencana dan Makam mereka inilah dianggap keramat di Muara Kaman.
BERSAMBUNG

About Arif Wibowo

Passion on Photography Live in Jakarta, Indonesia. Working in oil and gas company. Like traveling, bicycle, and photography. Born in Sukabumi, West Java. Graduate from Physics ITB 1985.
This entry was posted in History, Kutai. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s