Bertemu Pak Awang Satyana di Cape Town Afrika Selatan


Saya akan menceritakan tentang Pegunungan Cape Fold Belt ini, jalur pegunungan paling selatan di benua Afrika. Pegunungan Cape Fold Belt, yang ujung baratnya terpecah dan masuk ke dalam kota Capetown sebagai puncak-puncak Devil’s Peak, Table Mountain, dan Lion’ Head merupakan pegunungan hasil benturan antarbenua. Secara genetik, pegunungan ini seperti Pegunungan Himalaya yang merupakan pegunungan benturan antara benua India dan sebagian Eurasia. Bila Pegunungan Himalaya terbentuk pada 55 juta tahun yang lalu, maka Pegunungan Cape Fold Belt terbentuk pada sekitar 250 juta tahun yang lalu. Pegunungan lipatan Cape Fold Belt tersusun oleh kelompok batuan bernama Cape Supergroup, suatu superkelompok batuan sedimen (konglomerat, tilit-endapan gletsyer, batupasir, batulanau, dan batulempung) yang berumur 510-340 juta tahun (Kambrium-Karbon bawah). Tiga pegunungan/gunung di Capetown sendiri disusun oleh batupasir Table Mountain Group berumur 510-390 juta tahun (Kambrium-Devon). Pegunungan ini duduk di atas batuan granit (Cape Granite Suite) berumur 540 juta tahun dan sekis dan filit (Malmesbury) berumur 540-560 juta tahun. Bila batas bawah Kambrium adalah 542 juta tahun yang lalu (Gradstein et al., 2004), maka umur sekis ini adalah PraKambrium atau lebih tepatnya NeoProterozoikum (zaman Ediacara). Beruntung saya mendapatkan sampel batuan filit Malmesbury PraKambrium ini saat jalan-jalan di kaki Table Mountain, itulah koleksi batuan saya yang paling tua dalam bentuk genggaman –hand specimen (koleksi batuan poles yang tertua adalah yang saya beli di pelataran Opera House di Sydney yang berasal dari Pilbara Craton dengan umur sekitar 2500 juta tahun).

Bagaimana Cape Supergroup yang menyusun Afrika Selatan tertekan sehingga membentuk Pegunungan Cape Fold Belt ? Ini melibatkan tektonik skala benua. Cape Supergroup adalah sekelompok sedimen yang dibentuk di tepi pasif sebelah barat Lempeng Afrika. Lempeng ini pada Masa Paleozoikum dikelilingi oleh Amerika Selatan dan Antarktika. Lempeng Amerika Selatan sedang bergerak ke timur dan Lempeng Antarktika sedang bergerak ke utara –keduanya menuju Afrika yang relatif tidak bergerak. Maka, ketiga lempeng ini sebenarnya saling bergerak mendekat. Gerakan lempeng-lempeng benua ini adalah dalam rangka membentuk superbenua Pangaea. Lalu antara 280 – 235 juta tahun (Perem-Trias) terjadilah benturan antara ketiga benua itu menutup cekungan samudra purba Adamastor. Sedimen Cape Supergroup yang terletak di bagian depan Afrika tertekan dan membentuk pegunungan lipatan Cape Fold Belt.

Table Mountain di Capetown terlihat berlapis mendatar. Bagaimana bisa sebuah pegunungan lipatan benturan antarbenua mempertahankan sifat asal sedimentasinya yaitu berposisi mendatar pada lapisan-lapisannya. Rekonstruksi oleh Compton (2006 : The Rocks and Mountains of Capetown, Double Storey Books, Capetown) menunjukkan bahwa Table Mountain adalah dasar sebuah sinklin yang tersisa sehingga lapisan-lapisannya mendatar.

Bersatunya Amerika Selatan dan Afrika pada ujung Perem tersebut menyusun sebagian Gondwanaland. Sebuah superbenua akan menghalangi sirkulasi mantle plume dari bawah. Peristiwa selanjutnya adalah mantle plume memisahkan apa yang sudah bersatu. Maka pada 180-130 juta tahun yang lalu (Yura – Kapur Awal bagian atas) Amerika Selatan mulai memisah kembali dari Afrika. Peristiwa perpisahan ini di Capetown ditandai oleh dolerite dykes yang memotong sekis/filit Malmesbury, Cape Granite Suite, dan Table Mountain Group. Dolerite dykes ini seumur dengan flood basalt besar di Namibia , utara Afrika dan di Parana (Amerika Selatan). Dolerite dykes dan flood lava basalt ini merupakan produk rising hot mantle plumes yang mengawali pembukaan South Atlantic Ocean Basin.

Maka, tepi barat Afrika di mana Capetown berlokasi kembali menjadi tepi pasif lempeng benua. Kelompok sedimen yang lebih muda dari Yura (Kapur-Resen) diendapkan di tepi pasif ini yang posisinya sekarang di Samudra Atlantik sebelah barat Capetown. Cape Fold Belt menjadi sumber sedimen baik ke arah barat menuju Samudra Atlantik, ke selatan menuju Samudra Hindia, dan ke utara menuju Karoo Basin . Cape Fold Belt dan Capetown sejak 250 juta tahun yang lalu adalah sebuah pegunungan benturan, sedimentasi terakhir terjadi 280 juta tahun yang lalu saat endapan glasial memenuhi Gondwana.

Maka boleh disebutkan bahwa Capetown telah kehilangan catatan sedimentasinya sejak 280 juta tahun yang lalu. Sejarah geologi Capetown adalah sejarah tentang pertemuan benua-benua membentuk superbenua dan mengangkat Cape Fold Belt (250 juta tahun yang lalu), dan cerita tentang perpisahan kembali Afrika dan Amerika Selatan pada 180-130 juta tahun yang lalu yang membentuk South Atlantic Ocean. Efek benturan dan perpisahan antarbenua langka terjadi di satu tempat, tetapi di Capetown, Afrika Selatan kedua hal itu terjadi.

About Arif Wibowo

Passion on Photography Live in Jakarta, Indonesia. Working in oil and gas company. Like traveling, bicycle, and photography. Born in Sukabumi, West Java. Graduate from Physics ITB 1985.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s