Kakek Satuladin


Kakek Satuladin badannya tinggi besar berkumis lebat seperti Pak Raden di cerita boneka si Unyil. Kakek Satuladin mempunyai cucu yang agak suka bermain iseng, Bolat namanya.

Ketika Kakek Satuladin tidur siang, Bolat mengoleskan terasi di kumis Kakek Satuladin yang tebal. Ketika Kakek Satuladin bangun ia merasa kamar tidurnya bau terasi dan anyir. Dia tak tahan dengan bau terasi di kamarnya, lalu segera bangun dan pindah ke ruang makan. Di sana Kakek juga mencium bau anyir terasi, kakek tak tahan dengan bau terasi itu. Kakek Satuladin marah-marah mengapa bau terasi.

Lalu kakek Satuladin pindah ke ruang tamu. Di ruang tamu itupun kakek mencium bau terasi yang anyir. Akhirnya kakek ke luar rumah ke halaman depan, kakek juga mencium bau terasi. Kakek mulai jengkel dan marah. Dia masuk lagi ke dalam rumah ke ruang keluarga, dia pun mencium bau terasi. Dia mulai bertanya pada orang-orang di sekitar.” Mengapa ruangan ini bau terasi?”. Yang lain menjawab : ” Ah, tak ada terasa bau terasi, kami mencium udara biasa saja dan segar nyaman, tak ada bau terasi”, jawab anggota keluarga yang lain.

Setiap pindah dan masuk ruangan, Kakek Satuladin marah-marah pada orang yang ditemui di ruangan itu. “Kenapa ruangan ini juga bau terasi?” katanya jengkel.

Akhirnya Kakek Satuladin merasa gerah dan dia pergi mandi. Kakek Satuladin menggosok seluruh tubunya denga sabun mandi kesayangannya yang terkenal harum. Dia gosok termasuk wajah dan kumisnya yang tebal. Selesai mandi, dia berpakaian rapi dan keluar kamar menemui orang-orang.

Ketika masuk ruang makan menemui anak-anaknya yeng berkumpul di situ, Kakek Satuladin tersenyum lebar : ” Hmm udara terasa segar dan nyaman” kata Kakek Satuladin. Kakek sudah tak mencium bau terasi lagi. Kakek merasa nyaman. Kakek Satuladin tersenyum riang, semua anak-anak dan yang ada di ruangan itu pun jadi ikut senang. Anak-anak senang melihat Kakek Satuladin berwajah ceria. Kakek Satuladin tambah gembira, dan bergumam mengapa semua orang disekitanya lebih ramah dan senang padanya?.

Hmm, kita bisa marah-marah pada lingkungan sekitar kita tetapi itu juga bisa karena kita yang tidak nyaman dengan diri kita sendiri. Kita kadang tak tahu bahwa ketidak-nyamanan itu bersumber dari diri kita sendiri.

About Arif Wibowo

Passion on Photography Live in Jakarta, Indonesia. Working in oil and gas company. Like traveling, bicycle, and photography. Born in Sukabumi, West Java. Graduate from Physics ITB 1985.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s