Pembangunan busway di Jakarta mulai menimbulkan ketegangan sosial


Pembangunan busawy di Jakarta telah menimbulkan efek berantai berupa ketegangan sosial. Dari awal yang maksudnya mau mengatasi masalah transportasi masal di Jakarta yang kemudian pembangunan serentak yang menimbulkan kemacetan di mana-mana, kini telah menjadi ketegangan sosial terpendam seperti bara dalam sekam. Mengapa demikian?

Kemacetan parah yang terjadi merata di semua tempat telah banyak menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Sangat besar melebihi APBD Jakarta. Kemacetan parah yang hingga berjam-jam untuk menempuh jarak pendek 4 kilometer telah memaksa pengguna lalu lintas mencari jalan tembus, alternatif atau jalan tikus. Jalan tembus sekarasng telah memasuki kompleks perumahan elit seperti Pondok Indah dan Kelapa Gading. Masyarakat luar pengguna jalan telah memaksa warga kompleks untuk membuka portal. Bahkan Pemerintah Prov DKI juga mengancam untuk membongkar paksa portal-portal tersebut dengan alasan melanggar Perda Ketertiban umum. Aku belum pernah baca perda seperti itu, tapi aneh logikanya orang memasang portal untuk keamanan dan kenyamanan, kok dibilang melanggar ketertiban umum?? Padahal mereka memasang portal karena trauma tragedi penjarahan massa pada tahun 1998. Apakah jika Pemerintah DKI membongkar portal-portal itu bisa menjamin keamanan warga dan lingkungan?

Jika pemerintah membongkar paksa dan timbul kerawanan di wilayah pemukiman itu sama saja dengan pemerintah memberikan kesempatan penjarahan dan melanggar ketentraman dan ketertiban warga pemukiman. Dengan demikian pemerintah telah berlaku kriminal terhadap sebagian warga.  Memang ada alasan yang kesannya elegan yaitu untuk jalur kendaraan darurat seperti pemadam kebakaran atau ambulans. Tetapi itu harus dikelola dengan adil. Pemerintah tak bisa menyepelekan ketenteram warga. Mana tanggung jawab Pemerintah terhadap para pembayar pajak?

Kini telah banyak terpasang spanduk-spanduk diberbagai tempat yang isinya saling menentang. Perang spanduk. Misalnya yang kulihat di daerah Santa Blok Q Kebayoran Baru berbunyi : “Anda boleh naik MERCY, tapi kami butuh busway”.  Nada-nada yang menunjukkan pertentangan kaya-miskin. Pembangunan jalur busway telah mempertajam dan menjadikan pertentangan kaya-miskin mengemuka.

About Arif Wibowo

Passion on Photography Live in Jakarta, Indonesia. Working in oil and gas company. Like traveling, bicycle, and photography. Born in Sukabumi, West Java. Graduate from Physics ITB 1985.
This entry was posted in Opini, Social. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s